Komentar
Beginilah bloger pemula. Beberapa kali komentar yang datang diblog ini diberitakan melalui email, karena terbiasa dengan blog friendster saya pikir cara kerja penerimaan komentar tersebut sama dengan dagdigdug.com ini. Sampai ahirnya saya bingung sendiri “komentar yang dikabari lewat email kok gak ada diblog ya?”.
Padahal buat saya komentar-komentar ini sangat menyemangati saya untuk menulis. Buat saya menulis adalah salah satu cara agar saya dapat “didengar”. Semua orang yang mengenal saya sepakat mengatakan dengan suara bulat sebulat semangka bahwa saya adalah orang yang pendiam.
Ada beberapa orang yang memberikan komentar di blog ini. Yang pertama adalah a’donny, sahabat saat kuliah ini adalah inspirator saya dalam membuat blog, mengingat saya tidak kenal sama sekali istilah blog. Pertanyaan “apa sih blog itu?” muncul ketika saya menerima email dari friendster “donny has update his blog”. Lambat laun saya mulai membaca tulisan-tulisan a’donny, yang paling saya suka adalah tulisannya berjudul segelas teh hangat, sampai-sampai tulisan ini saya copy lalu saya print, kemudian saya meminta anak mading Yadika untuk menempelkan dimading sekolah. Dan ketika saya mulai mencoba-coba membuat blog di friendster, a’donny lah yang pertama memberikan komentarnya, demikian juga di blog ini.
Lalu ada frisma, orang kedua yang memberikan komentarnya diblog ini. Frisma adalah salah satu murid saya di SMA Yadika 8, tahun ini dia lulus dengan nilai yang cukup baik. Frisma memberikan komentarnya untuk tulisan saya “bukan guru yadika” yang sekarang saya private karena saya takut dibaca oleh pimpinan yadika (kenyataannya para pemimpin kita belum siap untuk dikritik dan saya juga belum siap untuk dipecat
). Komentarnya sederhana namun dapat menelan seluruh kemarahan saya pada saat itu. Frisma hanya mengatakan “kak, saya hanya ingin mengucapkan terimakasih atas semua yang sudah kakak berikan” :((
Lalu ada catur yang ngasih komentar di tulisan saya “bukan guru yadika”, namun karena kebodohan saya komentarnya ini terhapus dari email saya (catur maaf ya…)
Dan yang baru-baru ini saya terima adalah dari mas Hanifa. Blog-nya Mas Hanifa saya letakan di blogroll saya dengan tujuan untuk mempermudah saya melihat blognya. Saya mengetahui blog Mas Hanifa melalui blog a’donny, saya penasaran dengan judul blog “Mekah sebagai pusat bumi”. Isi blog Mas Hanifa benar-benar membuat mata saya terbuka, dan ternyata beliau memberikan komentar atas tulisan saya (komentarnya bikin saya GR hehehe). Sayangnya saya tidak dapat memberikan komentar saya untuk tulisan-tulisan Mas Hanifa, saya merasa terlalu bodoh untuk mengomentarinya.
Tulisan saya adalah tulisan sederhana dan lahir dari pemikiran yang dangkal, namun saya sunguh-sungguh ingin mengucapkan terimakasih atas semua dukungan yang diberikan selama ini.


