Dela Luthu

Just another dagdigdug.com weblog

Sybil

Filed under: Book — dela at 9:29 am on Wednesday, August 27, 2008

Saat perkuliahan Akta IV dengan Ibu Siti Nurhidayah salah seorang teman saya menanyakan tentang kasus sybil yang memiliki kepribadian majemuk. Saya sendiri lupa bagaimana awalnya sampai wacana mengenai kepribadian majemuk dimulai, namun hal ini membuat saya bertanya-tanya “siapa Sybil” , dan ada satu nama lagi yang disinggung yaitu Billy.

Baru-baru ini saya mengunjungi perpustakaan sekolah, disalah satu sudut terdapat buku-buku baru hasil sumbangan dari angkatan 2005. Awalnya saya tidak tertarik untuk meminjam buku, namun pada saat petugas perpustakaan hendak menyampulkan buku saya melihat sebuah buku berjudul Sybil, dan saya pulang dengan meminjam buku Sybil.

Dari bukunya saya mengetahui bahwa buku ini telah dicetak dinegaranya (Amerika) sejak tahun 1973 dan baru diterjemahkan dalam bahasa Indonesia tahun 1984. Buku yang saya baca adalah cetakan ke-14. Sybil Isabel Doroset dikisahkan sebagai perempuan berusia 31 tahun memiliki berat badan 39kg dan tinggi 158cm termasuk ukuran yang tidak biasa dalam masyarakat Amerika. Pada awal cerita dikisahkan bahwa Sybil dikeluarkan dari akademi dan tidak diizinkan kembali hingga psikiater menyatakan dia sembuh, padahal pada saat itu sybil sendiri tidak mengetahui apa yang terjadi padanya, dia hanya merasa ada banyak waktu yang hilang. Kemudian Sybil bertemu dengan Dr. Cornelia Wilbur disalah satu klinik dikota kelahiran Sybil, pengobatan berjalan selama 3 tahun namun ketika suatu hari pada hari konseling Sybil tidak dapat pergi karena sakit, Ibu Sybil (Hatie Doroset) menelepon dokter untuk kemudian mengatakan Sybil tidak dapat kesana hari itu. Namun yang sebenarnya terjadi adalah Hatie tidak pernah menelepon Dr. Wilbur, dan Sybil pun menganggap telepon hari itu tersambung dengan Dr. Wilbur. Dihari kunjungan berikutnya Sybil baru mengetahui kalau Dr. Wilbur telah mengambil studi untuk bidang psikoanalisis.

Bertahun kemudian setelah Ibu Sybil meninggal, Sybil memutuskan untuk pindah ke kota tempat Dr. Wilbur praktek untuk melanjutkan terapinya. Pada awal terapi tidak ada yang istimewa terjadi, namun setelah waktu yang cukup lama, sebuah pribadi Sybil muncul, di bernama Paggy Ann. Paggy Ann merupakan sisi lain Sybil yang dapat mengungkapkan kemarahan Sybil. Sementara Paggy Ann muncul Sybil mengalami fuga (ini lah yang disebut Sybil sebagai waktu yang hilang). Setelah itu pribadi-pribadi yang lain mulai bermunculan, Vicky, Paggy Ann, Paggy Lou, Marry, Marcia, Vannesa, Mike, Sid, Ruthie, Marjorie, Helen, Clara, Sybil Ann, The Bonde.

Kepribadian majemuk Sybil mengherankan Dr. Wilbur karena kasus kepribadian ganda (2 sosok pribadi) jarang ditemui, apalagi kepribadian majemuk yang dialami oleh Sybil. Wilbur mencoba menganalisis mengapa Sybil bisa menjadi sosok pemurung, penyendiri, penakut, cepat putus asa, membenci tangan, membenci suara musik, takut memegang gelas, dan tak menyukai perempuan berambut putih.

Pusat kebencian itu pun ditemukan: sang ibu. Hattie menganggap Sybil sebagai anak setan. Pada mulanya, Hattie dan Willard mengharapkan kehadiran anak, tapi selalu keguguran. Saat ia tak berharap punyaanak, Sybil justru lahir. Setiap hari, Hattie tak pernah melepaskan Sybil pergi sendirian kecuali ke sekolah. Sybil menuruti semua perintah sang ibu. Ketika Sybil memecahkan gelas, Hattie pun dengan ringan melayangkan tangannya.

Saat Sybil menangis, Hattie mengikatnya di kaki piano dan ibunya memainkan musik dengan sangat keras. Dan ini yang menggiriskan, perempuan berambut putih itu menggelar upacara tiap pagi: membuka vagina sang anak dan memasukkan dengan paksa bermacam-macam benda yang melintas di benaknya–botol kecil, lampu baterai, gagang pisau, gesper dan bahkan sepatu sang anak. Hal ini dikemudian hari menghasilkan analisis bahwa kandungan Sybil sudah rusak dan dia tidak akan bisa memiliki anak.
“Kau nanti akan terbiasa,” kata ibu. “Itulah yang akan dikerjakan laki-laki kepadamu kalau kau dewasa. Mereka memasukkan benda-benda ke dalam badanmu dan mereka menyakitimu dan kau tidak bisa menghentikan mereka. Kalau mereka sudah bosan dengan satu perempuan, mereka cari yang lain. Jadi saya harus mempersiapkanmu.”

Ayah Sybil sendiri tidak pernah mengetahui apa yang telah istrinya perlakukan terhadap anak mereka. Ayah Sybil adalah seorang tukang bangunan sukses dikota mereka, bahkan ketika puncak kesuksesannya mereka dinyatakan sebagai orang terkaya dikota. Namun ada beberapa saat yang seharusnya dicurigai oleh sang Ayah namun tidak pernah digubrisnya, misal pada saat tulang lengan Sybil bergeser akibat dilempar Hatie kediding, atau katika sebuah plastik masuk kedalam lubang hidung Sybil, atau ketika Sybil hampir mati terbenam dilumbung gandum milik mereka (sedang tempat penyimpanan gandum terdapat diatas yang dapat dicapai melalui tangga geser, dan tidak mungkin seorang anak 3 tahun dapat mencapai tangga geser tersebut). Ada kesan bahwa sang ayahpun tidak perduli dengan keadaan Sybil.

Permasalahan kebiasaan masyarakat dikota tersebut juga ikut andil pada pecahnya kepribadian Sybil, masyarakat menganut Kristen fanatik, rajin ke gereja, namun pada saat yang bersamaan sering menggunjingkan orang lain dan merendahkan mereka yang berkulit hitam.

Alur carita buku ini Maju-Mundur, beberapa kali saya harus kembali membaca bab sebelumnya. Entah gaya penulisan si pengarang atau terjemahannya, namun saya merasa bahasa yang digunakan sedikit kaku (kurang nyaman dibaca). Namun lepas dari kekurangan buku ini saya menilai buku ini sangat baik untuk dibaca, banyak kisah yang akan menjadi pelajaran untuk para orang tua maupun individu.

2 Comments »

42

Comment by lovepassword

August 27, 2008 @ 4:36 pm

Kalau aku punya berapa kepribadian yah ?

Coba kutanya kepada cermin.

wah kalo yang kaya gitu tergantung berapa banyak cerminnya

50

Comment by Donny Reza

August 31, 2008 @ 10:15 pm

Sering lihat bukunya, tapi males belinya :)) mending beli buku yang lain2 dulu :p

Hehehe beruntunglah dela kerja di sekolah, gak usah beli…. Pinjem

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>