Poligami versi Dela ^-^ , part 2
Di tulisan sebelumnya saya membahas mengenai poligami… Oke, buat saya tidak ada masalah mengenai poligami, bagaimanapun dalam agama yang saya yakini poligami dihalalkan bagi mereka yang mampu, dan saya meyakini poligami adalah hal yang baik. Masalahnya timbul ketika salah seorang sahabat baik saya mengalami hal poligami ini. Dan mendengar ceritanya saya merasa marah, aneh sekali padahal saya tidak pernah membenci poligami itu sendiri.
Teman saya menceritakan bahwa suaminya sering tidak pulang kerumah sejak ramadhan kemarin. Dan ternyata setelah didesak oleh sang isteri si suami mengakui jika dia telah menikah kembali tanpa sepengetahuan istri. Jika menurut hukum agama maka pernikahan kedua si suami tetap sah dimata agama, walupun tidak dimata hukum Indonesia. Yang menjadi permasalahan adalah masalah yang ada sebelum si suami ini menikah kembali. Singkat cerita si isteri tidak pernah dinafkahi secara “layak” dalam artian si suami mampu untuk membeli gadget yang harganya mencapai 10jt rupiah namun anak dan istrinya dirumah hanya dibekali 10rb rupiah untuk kebutuhan satu hari (itupun ketika si suami pulang pada sore hari ditanyakan kembali “beli apa aja? Kembaliannya mana?). Oke, kalau satu isteri aja belum adil kenapa berani untuk menikah lagi? Bukankah ini namanya tidak mampu dalam berlaku adil. Selidik punya selidik si suami ini menikah kembali karena dijanjikan akan diberikan modal usaha oleh istri keduanya ini………. Gini ya, dalam isi kepala saya pernikahan itu adalah sesuatu yang indah, sakral, cinta, kasih sayang, kalo menikah karena harta bukannya itu mengingkari semua yang ada dalam isi kepala saya… gak habis pikir saya. (back sound cowo matre..cowo matre…kelaut aje)
Halalnya poligami memang sudah sering kita dengarkan dimedia, namun ada hal yang sedikit jarang dibahas mengenai poligami ini. Pentingnya bersikap adil, bukankah laki-laki yang berpoligami kemudian tidak dapat berlaku adil mendapatkan ancaman neraka? Bukankah laki-laki yang menikah kembali kemudian istri sebelumnya tidak ridha atas pernikahan tersebut juga akan membawa laki-laki itu ke neraka?
Setelah hal pengalaman ini saya masih mempercayai poligami adalah hal yang baik, namun hendaknya dilakukan dengan perencanaan dan pemikiran yang mendalam, bukan sekedar keputusan berdasarkan nafsu sesaat saja. Saya telah melihat indahnya poligami dalam sebuah pernikahan (walaupun bukan pernikahan saya) dan saya yakin dengan cara yang benar serta itikad yang baik poligami dapat menjadi taman-taman surga di dunia.
